Wednesday, November 27, 2019

Kaos Polos di Aceh Singkil


Saat ini T-shirt canggih  telah mencetuskan  industri tekstil dan mode yang luas, lebih dari dua miliar dolar untuk perniagaan  ritel dunia. Kaos Kelahiran yang tidak disangka-sangka itu  acara yang agak tidak spektakuler, tetapi  pakaian simpel  ini dirancang untuk mengolah  gaya dan mode budaya untuk  generasi yang akan  datang. Akhirnya T-Shirt akan dikenakan  sebagai perangkat  politik guna  protes dan pada masa-masa dan tempat-tempat tertentu dalam sejarah, simbol revolusi dan perubahan.

Pada tadinya  kaos tersebut  tidak lebih dari pakaian dalam, yang sangat dibutuhkan  pada saat kompilasi  itu. Pada akhir abad ke-19, pakaian serikat, (juga dikenal sehari-hari  dikenal sebagai hukum belang panjang), pada masa jayanya, dikenakan di semua  Amerika dan bagian tidak  utara  Eropa. Populer di seluruh ruang belajar  dan generasi, one-piece rajutan simpel  ini peruntungan semua  tubuh, dari leher hingga  pertarungan tangan dan perjuangan kaki. Desain pièce de résistance ditambahkan  drop flap diuns  belakang untuk fasilitas  pemakai  an di kakus tua. Ketika kapas Semakin TIDAK Sedikit  Jumlah: Tersedia, Produsen pakaian hearts memanfaatkan momen Penyanyi guna  creates PILIHAN  Bagi desain TUMPUAN  Dan Agak rumit inisial. Bahan rajutan  untuk mencukur  dan menjahit jahitan dan dengan begitu  dengankapasitasi  radikal menuju ke  mode produksi  massal dapat  dimulai.

Di Eropa zaman berubah, saat  orang Amerika terus berkeringat dan marah, templat simpel  "T-bentuk" dicukur  dua kali dari selembar kain katun dan dua potong dihadapkan dan dijahit bareng  di lokasi lokasi  tinggal  bekerja di Eropa. Itu terpisah  dari tembakan belang yang panjang, namun  segera memungut  nyawanya sendiri. Ketika Revolusi Industri meraih benang merah  yang tak terhindarkan, Henry T. Ford membuat  lini buatan  kesatu  di dunia, ide-ide fungsionalisme, efisiensi, dan gaya utilitarian menginjak Kesadaran arus utama masyarakat di semua  dunia, dan terutama  Eropa. Banyak yang mulai mempertanyakan Puritanisme di masa lalu, ide-ide kerendahan hati Victoria yang kuno mulai memberi jalan untuk  pakaian renang yang tidak cukup  bagus, pakaian yang dilengkapi membalikkan kaki, dan kemeja lengan pendek. Saat Perang Dunia Pertama menjulang di cakrawala,

Peneliti sejarah mengeluarkan laporan tentang kesaksian  yang diterbitkan tentang  mengenalkan kaos ke Amerika Serikat membahas tentang  Perang Dunia Pertama saat  tentara AS berkomentar tentang  katun tipis di bawah baju tentara Eropa yang dikeluarkan sebagai seragam standar. Tentara Amerika marah, pemerintah mereka masih menerbitkan  seragam wol, ini bukan mode, ini  praktis merupakan kekurangan  tentara militer. Bagaimana bisa  seorang penembak jitu diam dan menunjukkan  senapannya dengan butiran-butiran keringat mengalir di pergelangan tangan, dan gatal yang tidak dihasilkan hilang? Tentara AS barangkali  tidak dapat meminta izin yang diharapkan  pasukan mereka, namun  kaos yang paling  praktis dan ringan  akan dikirim pulang  ke konsumen utama Amerika.

KARENA bentuknya Yang Sangat gampang  dikenali, Dan hendak  nama di Yang Lebih Baik, kata "T-shirt" diciptakan, Dan Saat  kata tersebut  menemukan lokasinya  hearts leksikon budaya, orang-orangutan di SEMUA  Dunia Mulai mengadopsi PILIHAN  Baru dan lebih nyaman guna  baju serikat. Dapat diterima  Amerika mengklaim bahwa itu dibuat  pada tahun 1932 saat  Howard Jones menugaskan "Jockey" guna  setuju baju penyerap keringat baru guna  tim sepak bola USC Trojans. Namun tentara ASmenyangkal  asal Awal  kata ITU  Berasal Dari kaos Pelatihan Tentara, sebab  Militer tersebut  TIDAK lama SEBELUM kepraktisan meyakinkan  tersebut singkatan. Ada satu teori alternatif, tidak banyak  diakui dan agak grafis dalam interpretasinya. PADA dasarnya usulan  bahwa Lengan Yang dipendekkan dicerminkan  Serupa  DENGAN Format  Tubuh Yang diamputasi, Suatu  pandangan Sales manager hearts peperangan  Yang LEBIH berdarah di Masa Lalu, meskipun spekulasi Penyanyi TIDAK can  diverifikasi, idenyamemiliki  cincin kebenaran yang mencekam  tentang urusan  itu. Selama Perang Dunia II, T-shirt kesudahannya  dikeluarkan sebagai pakaian dalam standar untuk seluruh  jajaran di Angkatan Darat AS dan Angkatan Laut. Meskipun T-shirt sebagai pakaian dalam, tentara yang mengerjakan  permainan peperangan  berat untuk kegiatan  konstruksi, dan khusus  yang berbasis di iklim yang lebih hangat sering dipakai  T-shirt yang terbuka. Pada tanggal 13 Juli 1942, kisah  sampul majalah Life menampilkan potret seorang tentara mengenakan T-shirt dengan teks "Air Corps Gunnery School". Meskipun T-shirt sebagai pakaian dalam, tentara yang mengerjakan  permainan peperangan  berat untuk kegiatan  konstruksi, dan khusus  yang berbasis di iklim yang lebih hangat sering dipakai  T-shirt yang terbuka. Pada tanggal 13 Juli 1942, kisah  sampul majalah Kehidupan menampilkan potret  seorang tentara mengenakan T-shirt dengan teks "Air Corps Gunnery School". Meskipun T-shirt melibatkan sebagai pakaian dalam, tentara yang mengerjakan  permainan peperangan  berat untuk kegiatan  konstruksi, danKhusus  yang berbasis di lingkungan yang lebih sering dipakai  T-shirt yang terbuka. Pada tanggal 13 Juli 1942, kisah  sampul majalah Kehidupan menampilkan potret  seorang tentara mengenakan T-shirt dengan teks "Air Corps Gunnery School".

Dalam kontribusi  tahun kesatu  mengakhiri  Perang Dunia II, busana Eropa guna  mengenakan T-shirt sebagai pakaian luar, khusus  terinspirasi oleh seragam tentara AS yang baru, menyebar ke warga  sipil Amerika. Pada 1948 New York Times mengadukan  alat pemasaran baru dan menarik  untuk kampanye tahun ini  untuk Gubernur New York Thomas E. Dewey. Itu adalah  "slogan T-Shirt" kesatu  yang membantah, pesannya bertuliskan "Dew It for Dewey", diulangi dengan ketat oleh T-shirt "I Like Ike" yang lebih akrab dalam kampanye kepresidenan Dwight D. Eisenhower.

Pada mula  1950-an perusahaan yang berbasis di Miami, Florida, mulai menghiasi kaos dengan nama resort Floridian dan bahkan karakter kartun. Katalog kaos grafis kesatu  yang dikembangkan  oleh Tropix Togs, oleh pencipta dan pendirinya, pengusaha Miami Sam Kantor. Mereka adalah  pemegang lisensi asli guna  karakter Walt Disney yang merangkum  Mickey Mouse dan Davy Crockett. Kemudian perusahaan-perusahaan berbeda  berekspansi ke bisnis percetakan kaos yang memasukkan Sherry Manufacturing Company yang pun  berbasis di Miami.

Sherry mengawali  bisnis pada tahun 1948, empunya  dan pendiri, Quinton Sandler, dengan cepat menciduk  tren T-shirt baru, dan dengan cepat membuka perusahaan syal cetak layar menghasilkan pemasok layar membuka layar membuka layar di Amerika Serikat. Tak lama Lantas  Semakin TIDAK Sedikit  selebritas Tampak  di TV nasional mengenakan pakaian Agak baru Penyanyi tergolong  John Wayne, Dan Marlon Brando. Pada tahun 1955 James Dean menyerahkan  kredibilitas jalanan T-Shirt dalam film klasik "Rebel Without A Cause". Kaos dengan cepat berkembang menjadi simbol kontemporer pemberontak. Kemarahan mula dan keluarkan publik segera mereda dan dalam masa-masa  yang singkat bahkan American Bible Belt dapat dilihat  kepraktisan desainnya.

Pada tahun 60-an orang mulai mengikat pewarna dan memakai kaus dasar katun T-Shirt membuatnya berhasil  komersial yang lebih besar. Kemajuan dalam instalasi dan mati lebih sedikit  variasi dan Tank Top, Muscle Shirt, Scoop Neck, V-Neck, dan tidak sedikit  variasi berbeda  dari T-Shirt datang ke mode. Selama periode percobaan  dan pergolakan kebiasaan  ini, tidak sedikit  printer kaus independen menciptakan  percakapan "Guerrillero Heroico, atau Heroic Guerilla", foto  terkenal Ernesto "Che" Guevara yang dipungut  oleh Alberto "Korda" Diaz. Sejak ituTerima  sebagai gambar yang sangat  direproduksi dalam sejarah fotografi, khusus  berkat timbulnya  T-shirt.

Tahun 1960-an  menyaksikan kreasi "T-shirt Ringer" yang menjadi mode utama untuk  kaum muda dan rock-n-roller. Dekade ini pun  melihat timbulnya  tie-dyeing dan sablon pada T-shirt dasar. Pada tahun 1959, "Plastisol", tinta yang lebih tahan lama  dan bisa  diregangkan, diciptakan, lebih mudah digunakan, tidak berbeda  variasi dalam desain kaos. Saat teknologi tekstil meningkat, kaos gaya baru segera diperkenalkan, tergolong  tank top, A-shirt (dikenal sebagai "pemukul istri"), kemeja otot, dasi, dan pasti  V-neck.

Semakin TIDAK Sedikit  T-shirt Yang ikonis dirancang Dan Dibuat  era Sepanjang Psychedelic, tergolong  Semakin TIDAK Sedikit  eksperimen Produksi  Sendiri. Kaos gelombang pasang dasi-mati mulai hadir  di panggung pesta rakyat  musik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika. Pada akhir 60-an tersebut  kode praktis yang diperlukan  di antara kebiasaan  hippie Pantai Barat. Band T-shirt menjadi format  T-shirt yang paling  populer, murah dan dipasarkan di live gigs dan konser hari itu, festival selesai  saat ini, band T-shirt sama populernya laksana  sebelumnya, tetapi  harga mereka sudah  meningkat dramatis. .

Pada tahun 1975, Vivienne Westwood tampil di 430 King's Road, London di butik "Sex" dengan t-shirt gaya Punk-nya yang baru, tergolong  desainnya yang akrab  "God Save The Queen". Punk mengenalkan  ledakan perancang busana independen dan desainer kaos tertentu. Sampai hari ini, tidak sedikit  desain canggih  keahlian "tampilan grunge" dari periode kebiasaan  Barat yang memberontak dan anarkis ini.

Masuknya dana perusahaan tahun 1980-an mengolah  seluruh wajah pasar T-shirt. Kaos Slogan semakin populer lagi, "Choose Life" dibeli guna  disponsori band debut album George Micheal "Wham", sedangkan  "Frankie Says" menolong  didukung penggarap single yang paling  kontroversial ke puncak tangga lagu Inggris guna  Liverpool. Band yang berbasis "Frankie Goes to Hollywood". Band, kesebelasan  sepak bola, partai politik, agen periklanan, pelaksana  konvensi bisnis, bahkan siapa pun yang mengambil  promosi murah mulai menugaskan dan memasarkan  kaos besar. Satudispensasi  mulia pada masa-masa  itu adalah  kaos "Feed the World" yang kini  menjadi ikon, yang dibuat  untuk mengoleksi  dana dan kesadaran akan  acara amal Band Aid yang pribumi  dan inovatif.

Selama 80-an dan 90-an teknologi buatan  dan pencetakan T-Shirt paling  meningkat, tergolong  bentuk mula  pencetakan DTG (Langsung ke Transfer Garmen), menambah  volume dan menambah . Sementara di kalangan keuangan, pasar saham memperhatikan dunia  T-Shirt Amerika digolongkan sebagai barang perdagangan dalam industri pakaian jadi.

Label perusahaan bermerek segera dibuat  tanda besar mereka di industri. Seluruh generasi desain T-shirt baru memenuhi  pasar, memenangkan kecocokan  dan kesetiaan terhadap nama merek, laksana  Nike, dari mengenali individualitas. Tradisi yang agak menjemukan  ini masih berlanjut hingga  hari ini, T-shirt "Vintage 82" yang kini  menjadi ikon dari "Selanjutnya" misalnya. Dalam kontribusi  tahun berakhir  pencetakan kesatu  nya, desain ini diizinkan  membanjiri pasar, hingga  tiruan murah dan tiruan pasar bebas telahmengisi  dunia. Ada sedikit  desain serupa   yang dimiliki  masa simpan kebiasaan  terbatas yang mirip.

Baru-baru ini pada  gerakan yang menginspirasi arah ke  politisasi ulang T-shirt sudah  memungkinkan kelompok-kelompok penekan dan badan amal guna  mendorong pesan mereka untuk  khalayak yang lebih luas. Lebih dari satu juta orang berjajar  ke London mengenakan sekian banyak  jenis kaos anti perang, anti Bush dan anti Blair di reli anti Irak. Contoh lain, yang mengingatkan pada acara Band Aid sebelumnya, menyaksikan  kampanye The Make Poverty History 2005 menerima liputan media global. Segera hadir  Vivienne Westwood hadir Kembali di dunia T-shirt dengan slogan T-shirt barunya "Saya bukan yang menyelamatkan, tolong tidak boleh  tangkap saya". Catherine Hamnett, perancang busana Inggris akrab  sebab terkenal lainnya  kaus obrolannya, tergolong  karyanya guna  memikirkan nasib Dunia Ketiga dan epidemi AIDS di Afrika. Kemudian lagi, Catherine baru-baru ini dikeluarkan mengutip   itu slogan politik memungkinkan konsumen guna  "disetujui sudah  disetujui dalam aksi koordinasi", sebenarnya  sebenarnya yang mereka kerjakan  lakukan melakukan pembelian  barang  pakaian. Ini barangkali  benar, tetapi  mereka masih membawa   perhatian media yang paling  besar untuk dalil  apa pun.

Selama berlebihan-tahun gaya, gambar, dan kontribusi guna  masyarakat bebas yang sudah  disediakan T-shirt diterima  begitu saja, T-shirt kini  menjadi pendamping mendesak  untuk masing-masing  pakaian modis, tidak peduli tidak ada yang mau  mana dari dunia . Masih tidak sedikit  kemajuan teknis dalam industri ini yang mendukung lebih sedikit  pilihan dalam gaya dan gaya. Kaos kehormatan  yang memanjang sampai  ke lutut, populer dengan mode hip hop dan skater. Perubahan Musim , tetapi  dari masa-masa  kemasa-masa  pasar wanita merangkum  gaya T-shirt "dipotong" yang lebih ketat, lumayan  pendek untuk membedakan  bagian tengahnya. Munculnya "hoodie" atau kaos lengan panjang berkerudung tidak dapat  diabaikan, ini  juga cepat menjadi tambahan mendesak  untuk masing-masing  koleksi fashionista arif  jalanan.

Baru-baru ini sudah  terjadi reaksi konsumen yang besar terhadap kecocokan  bermerek dari pasar korporat dan kaos kompatibilitas. Konsumen pada kenyamanan  mendapatkan pulang  rasa individualitas, orang-orang kompilasi  ini tidak puas dengan pemberian  "loyalitas merek". Orang mengambil  mencerminkan jati diri  mereka sendiri, keyakinan  politik, selera gaya atau humor. Beberapa pilihan sendiri dengan pertolongan  berbagai pilihan  layanan pencetakan t-shirt online DIY, tergolong  "Cafe Press" dan "Threadless" guna menyebutkan  melulu  dua. Lebih sedikit  orang tidak memiliki  waktu atau penggunaan guna  mendesain karya seni mereka sendiri, dan mempertimbangkan timbulnya  desainer kaos independen. Mengingatkan pada tahun 1960-an  dengan pesona  di semua  dunia, desainer, desainer grafis, mode pemberontak dunia mulai menemukan  perhatian.

No comments:

Post a Comment